Notification

×

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hadir untuk Masyarakat”, Jembatan Huni Rp2,95 Miliar Mulai Dibangun Pekan Depan

Minggu, 06 September 2026 | 21.17.00 WIB Last Updated 2026-09-06T14:17:42Z


 


KAB PANDEGLANG/JB.COM, Pembangunan Jembatan Huni di Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, segera memasuki tahap pekerjaan fisik. Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp2,95 miliar itu dijadwalkan mulai dikerjakan pekan depan dan ditargetkan rampung pada akhir November 2026.


Kepastian tersebut disampaikan dalam sosialisasi pembangunan Jembatan Huni bertema “Hadir untuk Masyarakat” yang berlangsung di Aula Kantor Desa Panimbangjaya, Sabtu (5/9/2026).


Sosialisasi yang semula dijadwalkan pukul 16.00 WIB dimulai sekitar pukul 16.45 WIB. Kegiatan dihadiri Camat Panimbang Supratman, S.Pd., Pj Kepala Desa Panimbangjaya Ade Nurdin, Kapolsek Panimbang AKP Ugum Taryana, S.H., anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Gerindra Yati Munjiati, S.E., perwakilan DPUPR Provinsi Banten, serta pihak CV Mahatama Karya selaku pelaksana pekerjaan.


Turut hadir perangkat Desa Panimbangjaya, Ketua RT 01, RT 02 dan RT 03, RW 15 Kampung Huni, Linmas, Karang Taruna, tokoh masyarakat serta tokoh agama.


Camat Panimbang Supratman menyambut baik pembangunan Jembatan Huni. Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung dan menjaga kondusivitas selama proses pekerjaan berlangsung agar pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai.


“Kami menyambut baik rencana pembangunan Jembatan Huni. Mudah-mudahan pembangunannya berjalan lancar. Kami juga memohon kepada masyarakat untuk turut aktif membantu dan mendukung selama proses pembangunan,” ujar Supratman.


Sementara itu, Yati Munjiati mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Huni berawal dari aspirasi masyarakat yang turut diperjuangkan oleh almarhum Ujang Tabroni, Kepala Desa Panimbangjaya.


Menurut Yati, terealisasinya pembangunan tersebut merupakan hasil dari proses perjuangan yang perlu terus dikawal bersama agar pelaksanaannya berjalan lancar dan hasilnya sesuai harapan masyarakat.


“Pembangunan Jembatan Huni ini harus kita lihat dan pantau agar berjalan lancar. Ini merupakan usulan dari warga yang diperjuangkan oleh almarhum Ujang Tabroni, Kepala Desa Panimbangjaya,” kata Yati.


Kapolsek Panimbang AKP Ugum Taryana, S.H. dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya kualitas pekerjaan. Dengan nilai proyek yang hampir mencapai Rp3 miliar, ia berharap pembangunan menghasilkan konstruksi yang baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Mudah-mudahan dengan anggaran yang besar, hampir mencapai Rp3 miliar, pembangunannya bagus dan memuaskan. Jangan sampai hasilnya tidak sesuai. Saya berharap pembangunan Jembatan Huni bermanfaat buat masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Mufti, Tim Pendukung Lapangan UPJJ Provinsi Banten, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Huni memiliki nilai kontrak sekitar Rp2,95 miliar dengan menggunakan konstruksi box culvert custom.


Menurut Mufti, pekerjaan fisik direncanakan mulai pekan depan dengan target penyelesaian pada akhir November 2026. Untuk mengejar target tersebut, dukungan dari Muspika Kecamatan Panimbang, pemerintah desa, masyarakat serta seluruh pihak terkait dinilai penting.


Persoalan akses alternatif bagi warga selama proses pembangunan turut mengemuka dalam sosialisasi. Mufti menjelaskan bahwa penyediaan jalan alternatif tidak masuk dalam alokasi pekerjaan proyek. Kendati demikian, kebutuhan tersebut masih dapat dikomunikasikan dengan pihak pelaksana untuk mencari solusi yang memungkinkan di lapangan.


Keberadaan akses pengganti menjadi perhatian masyarakat karena Jembatan Huni merupakan salah satu jalur yang digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Warga berharap apabila akses jembatan lama harus ditutup selama pekerjaan, pihak terkait bersama pelaksana dapat mencari solusi agar mobilitas masyarakat tidak terputus.


Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan Jembatan Huni Panimbang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, dengan CV Mahatama Karya sebagai penyedia jasa.


Nilai kontrak pekerjaan tercatat sebesar Rp2.954.384.000, bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026, dengan masa pelaksanaan selama 144 hari kalender.


Sosialisasi bertema “Hadir untuk Masyarakat” tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, pelaksana dan warga sebelum pekerjaan fisik dimulai. Masyarakat berharap pembangunan yang telah diperjuangkan tersebut dapat berjalan sesuai jadwal, mengutamakan kualitas konstruksi dan pada akhirnya memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Panimbangjaya dan sekitarnya.(red jb)

×
Berita Terbaru Update