Notification

×

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Siska N. Humaira Dorong Generasi Muda Kembali Mencintai Budaya Leluhur Sunda

Sabtu, 05 September 2026 | 22.16.00 WIB Last Updated 2026-09-05T15:16:06Z




KAB CIANJUR, JAWA BARAT/JB.COM,  — Di tengah derasnya arus budaya global dan pesatnya perkembangan teknologi digital, generasi muda dinilai perlu semakin mengenal sejarah serta budaya leluhurnya sendiri. Pesan itu disampaikan Siska N. Humaira, SH., M.Kn., LLL, saat menghadiri Upacara Adat Bakti Guru Bumi di kawasan Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Kamis (27/8/2026).



Siska yang merupakan calon tunggal DPD BUANA Indonesia Jawa Barat menilai, budaya Sunda bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian penting dari identitas dan pembentukan karakter generasi penerus.


«“Anak muda harus mengenal kembali leluhurnya. Kita boleh maju dan modern, tetapi jangan sampai kehilangan akar sejarah dan budaya sendiri,” kata Siska.»


Menurutnya, pengenalan budaya kepada generasi muda harus dilakukan secara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari.


Sejarah, bahasa Sunda, kesenian, adat istiadat, naskah kuno hingga situs bersejarah, kata Siska, dapat dikembangkan sebagai sumber pembelajaran untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan leluhur.


Ia juga menilai pelestarian budaya memiliki kaitan erat dengan pembangunan karakter generasi muda.


«“Menjaga generasi muda bukan hanya menjauhkan mereka dari narkotika dan psikotropika. Kita juga harus memberikan pengetahuan, karakter, dan identitas melalui sejarah serta budaya,” ujarnya.»


Budaya Harus Hadir di Ruang Digital


Siska berpandangan bahwa teknologi digital tidak semestinya dianggap sebagai ancaman bagi budaya lokal. Justru, ruang digital dapat menjadi jembatan strategis untuk memperkenalkan budaya Sunda kepada generasi muda secara lebih luas.


Konten sejarah, seni, bahasa, adat dan tradisi lokal dapat dikemas secara kreatif melalui berbagai platform digital agar lebih dekat dengan karakter generasi muda dan mampu menjangkau masyarakat lintas daerah.


«“Kalau generasi muda dekat dengan teknologi, maka budaya juga harus hadir di ruang digital mereka. Sejarah dan budaya harus dikemas dengan cara yang menarik, sehingga mereka tidak hanya mengenal budaya global, tetapi juga bangga dengan identitas daerahnya,” jelasnya.»


Karena itu, Siska mendorong adanya gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, budayawan, komunitas, organisasi kepemudaan dan generasi muda sendiri.


Menurutnya, keberlanjutan budaya tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Generasi muda harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses pewarisan budaya.


«“Budaya Sunda harus tetap hidup. Bukan hanya dikenang, tetapi dipahami, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutur Siska.»


Dari Gunung Padang untuk Generasi Penerus


Momentum Upacara Adat Bakti Guru Bumi di kawasan Situs Gunung Padang menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tidak harus membuat generasi muda tercerabut dari akar sejarahnya.


Bagi Siska, mengenal leluhur merupakan bagian dari memahami jati diri, sementara mencintai budaya merupakan salah satu cara menjaga identitas di tengah perubahan zaman.


Pesan dari Gunung Padang itu pun menempatkan budaya bukan sekadar warisan yang disimpan, melainkan pengetahuan yang dipelajari, nilai yang dihidupkan, dan identitas yang diteruskan kepada generasi berikutnya.(red jb)

×
Berita Terbaru Update