SERANG – Proyek pembangunan saluran drainase pada kegiatan pemeliharaan jalan poros desa di Kampung Pasepatan RT 003/RW 003, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, menuai sorotan. Pekerjaan dengan volume sepanjang 60 meter yang menghabiskan anggaran Rp34.808.000 yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan memunculkan pertanyaan terkait kualitas pengerjaannya.
Berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi, konstruksi saluran drainase terlihat tidak dibangun menggunakan pasangan pondasi baru secara menyeluruh. Pada sebagian sisi saluran, pekerjaan diduga hanya memanfaatkan pondasi pasangan batu lama yang merupakan pondasi halaman milik salah seorang warga, kemudian permukaannya hanya ditempel menggunakan adukan semen.
Selain itu, di sejumlah titik masih tampak rongga atau celah pada pasangan batu yang kemudian ditutup menggunakan plesteran semen. Ketebalan maupun ketinggian pasangan pondasi di sisi kiri dan kanan saluran juga terlihat tidak seragam, sehingga memunculkan dugaan adanya pengurangan penggunaan material batu maupun semen yang berpotensi memengaruhi mutu bangunan.
Tidak hanya itu, proyek tersebut juga menimbulkan tanda tanya lantaran pada ujung saluran drainase tidak terlihat adanya pembuangan yang tersambung langsung ke saluran drainase lain. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi fungsi saluran dalam mengalirkan air, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.
Besarnya nilai anggaran proyek juga menjadi perhatian masyarakat. Dengan volume pekerjaan sepanjang sekitar 60 meter, pembangunan saluran drainase tersebut menghabiskan dana sebesar Rp34.808.000, sehingga dinilai perlu adanya penjelasan secara terbuka mengenai kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Saat melakukan peliputan pada Jumat (31/7/2026), awak media mendapati sejumlah pekerja sedang menambal bagian plesteran yang berlubang.
"Ya Kang, lagi tambal yang bolong-bolong. Kalau yang sebagian tidak dibuat penuh semen dan batu karena ada pondasi halaman rumah, jadi dibentuk sedikit saja biar terlihat," ujar salah seorang pekerja kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Desa Babakan Jaya saat dikonfirmasi secara terpisah belum memberikan tanggapan atas sejumlah pertanyaan yang diajukan awak media. Ia hanya menyampaikan sedang memiliki kegiatan di luar sehingga belum dapat memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih membuka ruang hak jawab dan menunggu klarifikasi resmi dari Pemerintah Desa Babakan Jaya mengenai dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan pembangunan saluran drainase tersebut, termasuk terkait penggunaan anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2026 serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang berlaku.
(Tim/Red)




